Kisah Hidupku di Pulau Dewata - Part 2

by - August 06, 2020


Sampai suatu saat aku harus menjalani hidup yang lumayan berat, karena jalanku untuk di bisnis jaringan tidak lah gampang, dan di saat itu aku juga membantu seorang parasit,  sampai ada 1 titik dimana sisa tabunganku tidak sampai 1 juta rupiah. Tidak pernah aku menjalani hidup seberat itu, hingga aku merasa sangat capek dan terbebani. Tapi aku masih berusaha untuk melihat sisi positif nya di pada saat itu.

Mungkin kalian akan bilang kok bego banget sih, kamu terlalu baik deh, kenapa kamu malah bantu orang lain sampai segitunya, kenapa kamu harus percaya sama orang itu.. Yaa di saat itu aku berpikir, aku bisa dan sanggup jadi ku bantu.. Memang kadang keras kepalaku yang menjatuhkan aku sendiri dan sekarang sudah ku sadar ttg itu. 


Karena melihat tidak ada perkembangan jauh di pulau Bali ini, aku akhirnya memutuskan untuk pulang ke Jakarta untuk melanjutkan bisnis jaringan ini, ku cari teman2 dan kenalan2ku semua yang di Jakarta, sampai ada saat dimana aku merasa seperti sedikit di jauhi teman2 karena ngajakin join mulu hahahaha... Tapi itulah yang terjadi saat itu. LOL

Saat inilah aku mengenal apa artinya penghianatan, dimana seorang yang ku sebut parasit tadi ternyata melakukan hal yang tidak semestinya di belakang ku, di saat itu aku kesel, jengkel dan marah besar, kuputuskan langsung untuk meninggalkan dan ga akan membantunya lagi. Dan juga aku meminta uang yang di pinjamkannya padaku, awal nya dia ga ada niat untuk bayar dan kupaksa terus akhirnya dibayar cicil sama dia. 

Sampai satu saat di mana tanteku telepon dan bilang mungkin aku sudah tidak perlu berharap orang itu kembalikan uangku lagi, karena anggep aja buang sial dan biarkan karma jelek di bayar oleh duit itu saja. Kalau aku masih berharap dia untuk bayar, maka tidak akan habis rantai hubungan nya. Terus aku mikir benar juga yang di katakan oleh tanteku. Jadi ku putuskan untuk stop meminta pengembalian duit, dan aku juga stop semua hubungan dengannya dan teman2nya.. Aku bener2 ikhlas dan malah merasa hidupku lebih tenang karena bisa bebas dr parasit ini..

Jadi ku belajar dengan pengalaman ini, untuk lebih bisa berhati2 dengan orang, jangan terlalu polos untuk membantu orang, karena orang yang terlihat baik di luar belum tentu baik hatinya.. Bisa saja kebaikan kita mereka anggap sepantas dan sewajarnya, hingga akhirnya mereka tidak menganggap itu suatu yang perlu di syukuri, dan malah berkhianat di belakang kita. 


Dan di Bali juga lah aku belajar untuk tidak takut menghadapi anjing , awalnya aku takut banget, anjing kecil aja bisa bikin aku lari ga karu2an sangking takutnya LOL

Jadi di sana aku mulai beranikan diri untuk pelihara 1 anjing lucu, dan dari sana aku baru tau ternyata anjing benar2 bisa membuat hati orang tersentuh, bisa membuat hati lebih tenang dan bahagia.. 


Jangan tanya sekarang dimana anjingku ini, karena sejak aku pulang ke Jakarta, sudah ku berikan ke owner barunya yang pastinya juga sayang dengan anjing dan aku yakin dia hidup bahagia dengan owner barunya.. 

Terimakasih pengalamanku di Pulau Dewata, cukup mengesankan, ada sedih dan tawa, ada duka dan suka yang tidak perna kulupa.. 

Everything happen makes me stronger and wiser..

Thankyou ! Semoga sharing ini bermanfaat dan bisa comment juga di bawah ya :)

Xoxo, Juju




You May Also Like

0 comments